-
Jumat, 20 Mei 2011
Who Is She? - 1
Hmm.. jika satu pertanyaan ini meluncur, exactly I didn’t know who really I am.
A stubborn girl? Konon aku susah menerima saran. Minder? Entah Karena orangtua yang terlalu sayag hingga terkadang terkesan over-protected dan otoriter aku begitu? STOP menyalahkan orangtua karena persepsi itu belum tentu benar!
Aku penakut. Saking penakutnya sampai tidak mau sekolah dan kemudian terpaksa pindah sekolah hanya karena aku capek dan sakit hati terus diledekin teman terus-terusan. Akunya sendiri tidak berani membela diri. Memalukan!
Gadis culun, hitam, pendiam, apatis, penakut, cengeng, gak bisa dandan plus ketinggalan mode. Lugunya minta ampun. Ck ck ck. Aku baru sadar aku pernah hidup dalam masa jahiliah itu. (parah!)
Anti cowok! Yups! Sudah segudang cowok yang aku tolak mentah-mentah! Bahkan sebelum busur panah cinta dinyatakan, aku lempar tamengku padanya. (Duh kejamnya! Over protected yang gak sehat banget karena just hiding dan menutup mata! Ck ck ck).
Saat ulat menjijikkan (sebutanku untukku sendiri dimasa itu) mulai kenyang dengan segalal jengah dan merasa sangat terpuruk, ulatnya memutuskan untuk mengepompong. Aku mulai mau membuka diri, melahap berbagai info bagaimana menjadi seorang remaja seharusnya. Karena malu dan takut masih melekat kuat, aku hanya berburu dari buku buku buku dan buku. Syukur-syukur akhirnya mulai berani bertanya pada beberapa orang yang aku merasa nyaman dengannya. Berupa surat, itu yang terbanyak yang aku ingat. Dengan tulisan, aku lebih leluasa dalam mengekpresikan diri dan menunjukkan keseluhan yang kurasakan dan kuinginkan. Karena aku memang tidak pinter ngomong.
Give up! Hm, apapun perjuangan kepompong, GIVE UP masih melekat kuat! Faktanya pernah DO dari sebuah Universitas gara-gara pernah sakit beberapa minggu dan ketinggalan banyak tugas. Kecapekan, letih dan selalu keletihan kecapekan (mbulet.com.. :P) menjadi great excuse. (Benar-benar memalukan.)
Atas sebuah masukan dari negeri dongeng (jika ku sebut berawal dari mimpi bisa-bisa dibilang gak realities banget. L…) agar kubisa membuat sebuah perubahan dengan tulisan, jemariku mulai berani kembali menari dan menuliskan sesuatu. sebelumnya hanya pena dan kertas, atau mesin ketik tak tik tuk merk “brother”. Sudah mulai mengenal computer, belajar deh.
Ikutan miling list menjadi pilihan. Karena aku yang masih menutup diri dari dunia luar menyatakan teman-temanku pada jelek semua. (aiihhh! Gara-gara punya kenangan buruk dijahatin teman, akhirnya masih mengenalisir semua orang). Tapi syukurlah, setelah dapat sharing/masukan atas tulisanku dari mbak Ari Kinoysan (Penulis FLP dari Tulung Agung) yang saat itu sedang di Jepang, si ulat kembali benar-benar bertapa tanpa setengah-setengah. Ditambah dengan dukungan satu kawan dari Purwakarta, keberanian dan tekad mengasah kemampuan menulis semakin full. (hayyaa.. menulis mah emang satu-satunya yang aku merasa aku bisa. Karena speaking aja paling banter dapat nilai B)
Antisipasi close-minded (bener gak ya sebutannya :P..) dan justru terpuruk, mulai deh bikin weblog. Dari situ mulailah mengenal banyak penulis besar dan mulai menerima saran dan kritik yang teramat pedas sekalipun serta belajar dari mereka… mulai dari msa Jonru, smapai mbak Asma Nadia serta mbak Helvy Tiana Rosa.
Unfortunately, bertahun bejibaku dan hidup di dunia maya, tak satu karya yang benar-benar kubuat (masih acak adul gak karuan. Hanya curhatan dan cerita yang lagi-lagi sebenarnya terinspirasi dari dunia mimpi.. jiaaaahhh.. kapan keluar ke dunia sebenarnya? Sadar euy..!!). Dapat proyek dari sebuah penerbit sempat buatku begitu penuh semangat. Namun karena ada hal-hal yang terjadi, aku kembali kurang semangat.
2008-2009. masa terberat yang pernah kurasakan. Berapa kali aku merasa sudah menghadapi ajal. Sebelumnya saat terkena serangan apendik akut dan mengalami distonia (seluruh tubuh kaku dan membeku…..nafas tseperti tersumba….), Keguguran dan pendarahan hebat (membuatku terkapar selama berbulan. Kalau jalan sebentar saja biduran akut langsung menjalar sampai ke kepala .. wuiihh..sampai bengkak-bengkak begitu. setelahnya disertai nyeri sendi yang amat luar biasa. digerakkan atau disenggol dikit saja sudah mencak-mencak dan teriak-teriak (ampun dyeeehhh). Last, Shock dan tak sadarkan diri hingga terpaksa masuk UGD Wava- Kepanjen.
Mulanya seruntutan kejadian aku anggap sebuah tragedy mengenaskan yang buahkan tangis dan airmata bergalon. Namun saat kelelahan menangis, aku sadar dan betapa malunya diri ini. mulai dari saat itu, aku mulai melihat semuanya dari sudut lain.itu bukan musibah. itu tantangan. itu pintu ke ruang lain. aku sedang diraut.
“dengan keadaan begitu lemahnya, aku terdorong untuk melakukan yang aku bisa dan mencari cara! Jalan ke rumah ibu yang dempetan saja bisa berabe, apa lagi bekerja di luar! Aku berpikir, 'masak tidak ada yang bisa aku lakukan?'” ((Hampir setahun berada di rumah rasanya wedewwwwwwwwwww…tapi kali kalau ikutan BIG BROTHER aku pasti menang.. :P :P :P))
Dari jeritan kecil, dalam rasa keterdesakan teramat, kekuatan itu seolah keluar begitu saja. KEBERANIAN, untuk BISA, menjadi pilihanku (Tengs banget buat Pak Isa Alamsyah dan Mbak Asma Nadia .. NO EXCUSE is wonderfull. Dan mbak Asma Nadia, mbak menjadi inspirasi besarku.).
Subhanallah, lewat TULISAN.. aku berjumpa banyak teman positif. Bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk orang lain dalam kelemahan diriku. Bermetamorfosis.. (belum sempurna.. karena aku tahu aku takkan pernah bisa sempurna.. tapi aku akan terus untuk bermetamorfosis dan menjadi seindah Kupu-kupu surganya. Yang dalam keterbatasan usia hidup yang telah ditentukan oleh-Nya, mampu terbang ke tempat2 indah, membantu tanaman lain pembuahan, dll)
Bersambung…insyaallah
nb: Ubahlah kelemahan menjadi sebuah kekuatan
Langganan:
Komentar (Atom)

