-
Kamis, 01 April 2010
HappY B'day my Hana
“melipat sendiri..melipaaaat sendiriiiii !” hana bernyanyi sembari melipat mukenanya…. “... katakan pada ayah kalau aku sekarang rajin sholat ya….!” Imbuhnya.
Alhamdulillah…nilai agama dan hafalannya di sekolah termasuk kurang… bukan berarti dia malas. Tapi logika dan akalnya lebih cepat dan tajam. …alhamdulillah mau sholat…memakai mukena…susah2 gampang…membujuk memakai mukena memakai jilbab ibunya.
“yuk jadi ubur2. ibu ibur2 putih, hana ubur2 pink!..” bujukku…sholat seperti bermain… alhamdulillah…meski bacaannya belum hafal semua…tapi urutan… dan bisa mengingatkan kesalahan ibunya tankala ibu menjadi imam adalah luar biasa buat ibu…
“wah ibu tadi ada yang salah..tapi aku betulkan tadi yo…ibu lupa…he he he..!” tukasnya sediki tmeledek ibunya yang saat mengimaminya sempat terlupa di pertengahan ayat.
Meski kadang terkesan sering bandel dan mengulangi kesalahan dan melanggar janjinya, bisa mengkritisi keadaan dan berempati.
“eh buu…ssst…jangan bilang2 tapi sama ayah. Nanti ayah sakit hati. Ayah itu bssssttt bsssst. Ya… jangan bilang loh. Kasih aja buku ini. biar ayah baca. Biar tidak begitu lagi..!” cetusnya saat melihat prilaku ayahnya yang kurang baik…
“ibu itu gimana sih? gak pinter denger a? ibu itu gimana sih, kok lupa2 lagi…blab la bla…!”
Subhanallah. Dua hari ini bener2 seperti terbang mengelana 7 tahun bersamanya. Terlalu banyak hal. Terlalu panjang bila harus di utarakan dalam sebuah kisah.
::::: Duhai gadis kecilku…Kau seperti kupu-kupu kecil yang siap terbang. Saat kau bilang kau meminta ibu melepas tanganmu tatkala menyebrang jalan besar, tatkala kau meminta ibu mempercayai bahwa dirimu sudah bisa menyebrang jalan dengan sepeda … sendirian, ibu sebenarnya berat sayang. Tapi ibu sadar, saat kau bilang kau bisa, saatnya ibu memang harus bisa melepasmu dan mempercayaimu.
Kau sudah besar kini, bukan seperti anak ibu lagi. Kau teman dan sahabat ibu sayang. Dikala ibu bersedih kau seka air mata yang mengalir di pipi ibu. Kau cium ibu sembari berkata “ibu jangan nangis lagi ya”…..atau kau menggoda ibu..”ibu awas ada cacing…hahaha…bercanda…”…”ibu awas bocor atapnya…hahaha..bercanda!” sungguh kau bukan anak kecil lagi….kau sudah bisa mencuci piring kotor yang bertumpuk atas inisiatifmu sendiri…kau mulai belajar mencuci baju manual padahal ada mesin cuci…. Saat ada cacing yang ibu fobia memasuki rumah, kau dengan baik hati menyingkirkannya dengan kayu atau sapu…atau kau bilang,,,”ibu jangan lihat”…
Ya…meski sifat kanak-kanakmu selau muncul…”ibu …takut geledek!” kau memekik sembari menutup telinga. Bujuk rayu dan kata2 ibu tak kau dengarkan hingga ibu agak geram…”sudah lepaskan sayang.”….”hiks…takuuut…!”…” Percaya sama ibu..dengarkan denting hujannya…” tegas ibu. Seketika kau melepas kedua tanganmu. Ibu kasihan sayang…tapi ibu harus begitu demi dirimu…alhamdulillah…sejenak kemudian kau justru berimajinasi…”oooowww…jadi geledek itu drum…dan hujan itu ting ting ting…! Jadi begini…tik tik tiik…tik tik tik…. DUNGGGGGG !” … ibu jadi gemas…geram ibu terbang bersama candamu….
Met ultah sayang…
Tumbuhlah…dan berkembanglah…seperti mawar di surga…. Tebarkan keharuman budi pekerti dan ilmumu yang bermanfaat…indahkan dirimu dengan tingkah laku akhlaqul karimah…lindungi dirimu dengan duri kekebalan iman dan ketaqwaan…!! Be a good muslimah ya…!
“ A Muslim woman is a rose…
So beautiful … so fragrant….
Her thorn is her sharp mind, firm attitude, and protection.
Her sepal and her fragrant is her performance followed by her good behavior - Her knowledge followed by the application on her daily activities.”
Malang, 1 April 2010 06:24
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar